Untitled DocumentUntitled Document
 
     
Untitled Document
   
  Untitled Document
  Testimonial Wakil Rektor I >
  Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini, kita dihadapkan pada banyak persoalan pergeseran budaya yang krusial, satu diantaranya adalah semakin menguatnya konflik yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat mengancam integrasi nasional. Salah satu corak kekuatan yang dengan keras menampilkan diri mengancam integrasi nasional yakni konflik yang bersifat vertikal seperti Republik Maluku Utara (RMS), Konflik Papua.....(selanjutnya)

  Berita >
 
  • Biaya Pendidikan Akan Dibatasi
  •  
  • Posdaya binaan IPB dijadikan studi sejumlah negara
  •  
  • Wamendikbud: Pendidikan di Papua Tak Maksimal
  •  
  • Usman Rianse Ketua Forum Rektor Indonesia 2012
  •  
  • SNMPTN Diperluas Lewat Jalur Undangan


  •   Artikel >
     
  • Biaya Pendidikan Akan Dibatasi
  •  
  • Posdaya binaan IPB dijadikan studi sejumlah negara
  •  
  • Wamendikbud: Pendidikan di Papua Tak Maksimal
  •  
  • Usman Rianse Ketua Forum Rektor Indonesia 2012
  •  
  • SNMPTN Diperluas Lewat Jalur Undangan


  •   Agenda Kampus >
     
  • Jadwal Akademik 2011-2012
  •  
  • Data Prestasi IKIP PGRI MADIUN Tahun 2010
  •  
  • Pagelaran Tari dan Hias Tumpeng (PGSD)
  •  
  • Kursus Mahir Dasar GP Pangkalang
    IKIP PGRI Madiun
  •  
  • Penerimaan Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru SD


  •   Link Penting >
     
  • DIKTI
  •  
  • E-Jurnal
  •  
  • E-Learning
  •  
  • EPSBED

  •   Penjaminan Mutu
     
  • Sistem Penjaminan Mutu Internal
  •  
  • Sistem Akreditasi BAN
  •  
  • Relevansi dan Kualitas
  •  
  • Peringkat Perguruan Tinggi

  •   Program Hibah
     
  • Hibah Penelitian
  •  
  • PHK-I
  •  
  • I-MHERE
  •  
  • PHK-PKPD
  •  
  • PHP-PTS

  •   

    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Kompetensi Lulusan
    • Tugas dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Pimpinan Yayasan
    • Pimpinan Perguruan Tinggi
    • Fasilitas Kampus

    Untitled Document

    SEJARAH IKIP PGRI MADIUN

    A. Masa Rintisan
    Berdirinya IKIP PGRI MADIUN tidak lepas dari sejarah perguruan tinggi di Madiun. Pada tahun 1960-an, IKIP BNegeri Malang membuka cabang di Madiun yang dikenal dengan nama IKIP Negeri Malang Cabang Madiun. IKIP Negeri Malang Cabang Madiun ini berkembang cukup baik, namun karena ada sesuatu hal pada tahun 1968 ditutup. Para dosennya ada yang kembali ke Malang dan ada yang memilih tetap di Madiun. Para dosen IKIP Negeri Malang yang tetap di Madiun berinisiatif untuk mendirikan perguruan tinggi di Madiun, yaitu Drs. Mudjiono dan Drs. R. Soekarman. Guna mewujudkannya, beliau berdua melakukan sosialisasi dan pendekatan-pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat-pejabat pemerintah daerah. Gayung bersambut, masyarakat memberi respon yang positif, begitu juga halnya dengan Pemerintah Kotamadya Madiun. Agar lebih efektif pembentukan perguruan tinggi tersebut, maka dibentuk sebuah yayasan yang menaunginya atau sebagai payungnya. Pada tahun 1969 para inisiator berhasil mendirikan yayasan yang dinamai YAPPERTIM (Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Madiun). Para inisiator yang membentuk YAPPERTIM yaitu :
    1. Drs. Mujiono (Mantan Dosen IKIP Negeri Malang Cabang Madiun)
    2. Drs. R. Soekarman (Mantan Dekan Koordinator IKIP Negeri Malang Cabang Madiun)
    3. Drs. Imam Sunarji (Walikota Madiun)
    4. Muhammad Dimyati
    5. Mayor Sutoyo (Mantan Kasdim Madiun)
    Setelah yayasan terbentuk, selanjutnya para inisiator mendirikan IKIP Daerah Madiun pada tahun 1969 dan dikendalikan secara kolektif. IKIP Daerah Madiun pada tahun pertama berhasil membuka 3 program studi yaitu : Pendidikan Umum (PU), Bahasa Indonesia dan Ilmu Pasti. Jumlah mahasiswa untuk tahun pertama ada 76 mahasiswa yang berasal dari Madiun maupun di luar Madiun. Dalam pelaksanaan kuliah menggunakan sekolah-sekolah di Kotamadya Madiun dan perkuliahannya dilakukan pada sore hari. Hal itu dilakukan karena IKIP Daerah belum mempunyai gedung dan sarananyapun masih terbatas. Sehingga tempat perkuliahannya berpindah-pindah tergantung pihak sekolah yang mau diajak kerjasama. Sekolah yang pertama kali digunakan yaitu SMP Negeri 6 kemudian berpindah di SMA Negeri 3 yang sekarang dipakai oleh SMP Negeri 2, Gedung perpustakaan daerah yang
    sekarang menjadi Plaza Sri Ratu.
    Masalah lain yang dihadapi IKIP Daerah Madiun, yaitu:
    terbatasnya dana pengembangan, kekurangan tenaga pengajar maupun administrasi, belum memiliki gedung perkuliahan yang memadai, dan belum mendapatkan status yang jelas. Berkat kerja keras dan kekompakkan para pengelola dan bantuan pemerintah daerah serta sekolah-sekolah, IKIP Daerah Madiun dapat bertahan.
    Sebagai suatu perguruan tinggi, status merupakan hal yang harus dimiliki sebagai simbul legalitas akan kewenangankewenangan, hak dan kewajibannya sehingga masyarakat memberi kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan, bahwa perguruan tinggi swasta yang sudah memiliki status terdaftar diperbolehkan mengadakan ujian sendiri. Untuk itu YAPPERTIM berjuang untuk mendapat status. Perjuangan untuk mendapatkan status, IKIP Daerah Madiun mengintegrasikan diri dengan IKIP Sarmidi Mangunsarkoro yang berpusat di Malang dan namanya berganti menjadi IKIP Sarmidi Mangunsarkoro (tahun 1974) dan sebagai pimpinannya:
    Rektor I : Drs. Mujiono
    Rektor II : R. Soekarman
    Rektor III : Drs. Soeparno
    Usaha IKIP Sarmidi Mangunsarkoro belum menghasilkan status yang diharapkan dan selanjutnya IKIP Daerah Madiun menginduk ke IKIP Negeri Surabaya, terutama dalam pelaksanaan ujian negara.
    Pada tahun 1975 IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun oleh YAPPERTIM diserahkan kepada Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur dan dibina oleh Yayasan Pembina Pendidikan Penguruan Tinggi Daerah VIII PGRI Jawa Timur. Nama IKIP Sarmidi Mangunsarkoro di Madiun mulai tanggal 5 Juni 1975 diubah dan diberi nama IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Tanggal perubahan dan penetapan nama tersebut di atas oleh pengelola IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun ditetapkan sebagai hari Dies Natalis IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun. Berkat perjuangan Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur, dengan Surat Kopertis Wilayah VII tanggal 17 Mei 1976 No. 85/I/1976, mulai tanggal 17 Mei 1976 IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun mendapat Status Terdaftar. Pimpinan IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun sebagai berikut :
    1. Dekan Koordinator : Drs. Soeparno
    2. Pembantu Dekan Koordinator I : Saiman, BA
    3. Pembantu Dekan Koordinator II : Soesilo Soedharman, BA
    4. Pembantu Dekan Koordinator III : DA. Hutahean, BA
    Dengan status terdaftar, IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun semakin mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat Madiun dan sekitarnya. Ditunjukkan dari dibukanya jurusan baru dan animo masyarakat yang semakin meningkat. Jurusan yang dimiliki menjadi 5, yaitu : Pendidikan Umum, Pendidikan Bahasa Indonesia, Ilmu Pasti, Sejarah dan Seni Rupa. Selain itu IKIP PGRI Madiun membuka kelas di beberapa tempat di luar Kota Madiun, yaitu : Maospati Magetan untuk Jurusan Seni Rupa, Karangjati dan Nguter Ngawi untuk Jurusan Pendidikan Sejarah, Caruban Mejayan Madiun untuk Jurusan Pendidikan Umum (PU) dan Jurusan Bahasa Indonesia. IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun belum memiliki sumber daya yang lengkap. Fakultas-fakultas masih dirangkap oleh pimpinan pusat. Dalam kegiatannya dikoordinir oleh dekan koordinator yang setara dengan rektor untuk sekarang. Tenaga pengajarnya diambil dari sebagian mantan dosen IKIP Negeri Malang Cabang Madiun dan kekurangannya mengambil dari guru – guru SMA yang berstatus PNS yang memiliki ijasah sarjana muda, sehingga banyak guru – guru dari SMA Negeri 3 yang menjadi dosen di IKIP daerah di Madiun, sedangkan karyawan juga masih sangat sedikit jumlahnya yang disebabkan karena keurangan finansial sehingga tidak mampu untuk menggaji secara penuh. Kondisi tersebut mampu diatasi secara perlahan – lahan dengan mendapat bantuan dana dari para donatur maupun dari pemerintah daerah, selain itu juga mencari pinjaman uang sebagai modal dalam pengembangannya, seperti membeli tanah dan membangun gedung perkuliahan yang pertama, yang sekarang menjadi kampus 1 IKIP PGRI Madiun jalan Setiiabudi 85 (gedung sayap Timur Kampus 1 IKIP PGRI Madiun). Pada waktu itu hanya mampu membangun 1 ruang pertemuan, 4 ruang kelas dan 2 kamar mandi.
    Drs. Soeparno sebagai Dekan Koordinator IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun pada bulan Juni 1983 meninggal dunia. Untuk mengisi jabatan dekan koordinator dilakukan musyawarah dan hasilnya terpilih Drs. J. Soetjarjo (Ketua Jurusan Ekonomi). Selain alasan kompetensi, Drs. J. Soetjarjo merupakan pejabat yang sudah memiliki gelar kesarjanaan strata satu. Drs. J. Soetjarjo menjabat dekan koordinator mulai Juni 1983 sampai dengan 31 Agustus 1985
    Keberadaan IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun tidak dapat berlangsung lama, sebab pada tahun 1985 ada perubahan kebijakan dari pemerintah, bahwa setiap perguruan tinggi swasta harus memiliki yayasan sendiri – sendiri, sehingga daerahdaerah di Jawa timur seperti Nganjuk, kediri, Blitar, Surabaya, Tuban, Jember, Banyuwangi, Situbondo. Banyak yang mendirikan yayasan sendiri termasuk IKIP daerah di Madiun menjadi YPLP PT yaitu Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi. YPLP PT PGRI Kodya Madiun kelegalannya dituangkan dalam Akta Notaris R.N. Sinulingga, S.H. pada tanggal 13 Mei 1985 No 103 dan bertanggung jawab langsung kepada Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Pusat di Jakarta.

    B. Masa Perkembangan
    IKIP PGRI Jawa Timur di Madiun berubah menjadi IKIP PGRI Madiun dan perkembangannya dapat dijelaskan dalam periodisasi kepemimpinan rektor. Rektor-rektor yang dimaksud adalah :
    1. Drs. J. Soetjarjo, M.Pd. (1985-1999)
    Pada masa Drs. J. Soetjatjo, M.Pd. dengan para Pembantu Rektor Saiman, Soesilo Soedharman, dan DA. Hutahean, IKIP PGRI Madiun mengalami kemajuan-kemajuan, diantaranya :
    1). Pembangunan sarana dan prasarana.
    2). Pembangunan fakultas waktu untuk seluruh program, baik sarjana muda, strata satu maupun diploma
    4). Makin banyak mahasiswa dan alumni yang diterima sebagai pegawai negeri.
    Dengan semakin banyaknya mahasiswa, IKIP PGRI Madiun mendapat dana untuk pembelian aset yang berupa tanah dan membangun gedung perkantoran dan sarana-prasarana lainnya. Kuliah yang pada mulanya masih tersebar diberbagai tempat kemudian dapat dijadikan satu di kampus jalan Setiabudi No. 85 dan SDN Kanigoro. Gedung kampus dapat dibangun tiga lantai (kampus 1 sekarang, bagian Selatan, Timur, dan Barat menjadi 3 lantai. Sedangkan bagian Utara 2 lantai) Jurusan-jurusan agar memenuhi standar yang berlaku, Rektor Drs. J. Soetjarjo, M.Pd. mendorong dan memfasilitasi peningkatan statusnya dan mengharmonikan nama jurusan dengan ketentuan yang berlaku. Pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an status jurusan-jurusan sebagai berikut :
    1. FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan)
    a. KTP : Terdaftar
    b. PPB : Terdaftar
    2. FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni)
    a. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Diakui
    b. Pendidikan Bahasa Inggris : Terdaftar
    3. FPIPS (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial)
    a. Pendidikan Sejarah : Diakui
    b. PDU / Ekkop : Diakui
    c. Pendidikan PMP : Terdaftar
    d. Pendidikan Geografi : Terdaftar
    4. FMIPA ( Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam )
    a. Pendidikan Matematika : Diakui
    b. Pendidikan Biologi : Terdaftar
    c. Pendidikan Fisika : Terdaftar
    5. FPTK (Fakultas Pendidikan Teknik Kejuruan)
    a. Pendidikan Teknik Elektro : Terdaftar
    b. Pendidikan Teknik Bangunan : Terdaftar
    Pada tahun 1991 jurusan mengalami penataan dan penghapusan. Jurusan yang dihapus yaitu KTP. Seiring dengan adanya perubahan yang sangat fundamental dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia yang disebabkan oleh perkembangan Ipteks serta perubahan ekspektasi masyarakat terhadap peranan perguruan tinggi dalam merintis masa depan bangsa dan negara, maka perguruan tinggi dituntut untuk mampu membuktikan mutu yang tinggi yang didukung oleh akuntabilitas yang baik. Oleh karena itu pada tahun 1994 pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melancarkan program akreditasi perguruan tinggi secara nasional yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebagai perwujudan dari program BAN-PT ini, maka pada tahun 1996 IKIP PGRI Madiun mengirim Drs. V. Teguh Suharto dan Drs. Muhammad Hanif mengikuti sosialisasi dan pelatihan penyusunan Borang Akreditasi di Surabaya yang diselenggarakan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur dan BAN-PT Depdikbud. Drs. V. Teguh Suharto dan Drs. Muhammad Hanif kemudian membuat, mengembangkan, mensosialisasikan program tersebut kepada fungsionaris.
    Tahun 1997 borang akreditasi dari jurusan-jurusan sudah selesai kemudian diserahkan ke BAN-PT. Berkas borang akreditasi pertama kali langsung diantar ke kantor BAN-PT oleh Drs. H. Saiman, MM (Pembantu Rektor 1) dan Drs. Muhammad Hanif. Setelah divisitasi, hasilnya sebagai berikut :
    1. Bimbingan&Konseling, terakreditasi C
    2. P. Ekonomi Koperasi, terakreditasi C.
    3. P. Akuntansi, terakreditasi C
    4. P. Pancasila&Kn, terakreditasi C
    5. P. Sejarah, terakreditasi C
    6. P. Bahasa&Sastra Indonesia, terakreditasi C.
    7. P. Bahasa Inggris, terakreditasi C
    8. P. Matematika, terakreditasi C
    9. P. Fisika, tidak terakreditasi D
    10. P. Biologi, terakreditasi C
    11. P. Teknik Elektro, tidak terakreditasi D
    IKIP PGRI Madiun di bawah kepemimpinan Drs. J. Soetjarjo selain mengalami kemajuan sebagaimana dijelaskan di atas, juga mengalami mengalami penurunan. Pada tahun 1992/1993 sampai dengan 1995/1996 mahasiswa yang mendaftar berkurang, bahkan ada beberapa jurusan yang tidak ada peminatnya sehingga ditutup. Jurusan-jurusan tersebut yaitu PU, KTP, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Teknik Bangunan.

    2. Drs. H. Saiman, MM. (1999- 2006)
    a. Periode I (1999-2003)
    Periode ini dapat dikatakan sebagai masa transisi. Drs. H. Saiman, MM melakukan kebijakan secara menyeluruh, baik internal maupun eksternal. Keberhasilan nampak dari jumlah mahasiswa yang terus mengalami peningkatan, kondisi internal kondusif dan terkendali. Program studiprogram studi dimotivasi dan difasilitasi meraih nilai akreditasi yang lebih baik dan hasilnya cukup menggembirakan. Sebagian besar prodi nilai akreditasinya mengalami kenaikan.
    b. Periode II (2003-2006)
    Pada periode kedua, Drs. H. Saiman, MM melanjutkan program pada masalah akademik maupun non akademik. Kegiatan akademik semakin terprogram dan dilaksanakan dengan baik. Akreditasi program studi semakin meningkat raihannya dibanding pada periode awal kepemimpinannya, yaitu:
    1. Bimbingan&Konseling, terakreditasi B
    2. P. Ekonomi Koperasi, terakreditasi B.
    3. P. Akuntansi, terakreditasi B
    4. P. Pancasila&Kn, terakreditasi B
    5. P. Sejarah, terakreditasi B
    6. P. Bahasa dan Sastra Indonesia, terakreditasi B.
    7. P. Bahasa Inggris, terakreditasi B
    8. P. Matematika, terakreditasi B
    9. P. Fisika, terakreditasi C
    10. P. Biologi, terakreditasi B
    11. P. Teknik Elektro, terakreditasi C
    Citra IKIP PGRI Madiun sebagai perguruan tinggi yang sehat dan berkualitas semakin baik sehingga masyarakat menaruh kepercayaan. Hal itu nampak dari jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut berbanding lurus juga dengan kesejahteraan terhadap dosen dan karyawan. Ada beberapa program yang dilaksanakan berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan yang nampak dari peningkatan gaji pokok, tunjangan dan juga adanya tambahan lainnya. Hal itu dilakukan agar pegawai nyaman dan betah untuk bekerja dan produktif.

    3. Dr. Parji, M.Pd. (2006-sekarang)
    Drs. Parji, M.Pd. menjabat rektor selama dua periode, yaitu:
    a. Periode I (2006-2010)
    Drs. Parji, M.Pd. terpilih sebagai rektor secara demokratis dan transparan. Dalam periode ini Drs. Parji, M.Pd. dibantu oleh :
    Pembantu Rektor 1 Drs. H. Satrijo Budi Wibowo, MM.
    Pembantu Rektor 2 Drs. Nurhadji Nugraha, S.Pd. MM. dan
    Pembantu Rektor III Drs. Muhammad Hanif, MM. menjalan
    program 5 K, yaitu:
    1. Kesehatan organisasi dan manajemen.
    2. Kualitas lulusan dan peningkatan jumlah mahasiswa.
    3. Kesejahteraan warga kampus (dosen, mahasiswa, dan karyawan)
    4. Kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan publikasi ilmiah.
    5. Kemitraan yang sehat.
    Keberhasilan yang diraih IKIP PGRI MADIUN periode ini:
    1. Peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan.
    2. Peningkatan kesejahteraan yang signifikan.
    3. Peningkatan perolehan hibah kompetisi di tingkat regional dan nasional.
    4. Penghargaan dari pemangku kepentingan: empat kali berturut-turut meraih penghargaan sebagai Kampus Unggul di Kopertis Wilayah VII).
    5. Meningkatnya citra publik
    6. Bertambah sarana-prasarana yang lebih memadai seperti;
    Kampus II, Graha Cendekia/Auditorium, Laboratoriumlaboratorium baru, dll.
    Selain raihan di atas IKIP PGRI MADIUN mendapatkan ijin untuk program studi PGSD.
    b. Periode II (2010-2013)
    Dr. Parji, M.Pd. terpilih kembali sebagai rektor secara aklamasi pada sidang Senat IKIP PGRI Madiun. Pada periode kedua, Parji yang baru saja menyelesaikan studi S3-nya dibantu oleh Drs. Muhammad Hanif, MM, M.Pd. (Wakil Rektor 1), Drs. R. Bekti Kiswardianto, M.Pd. (Wakil Rektor 2), dan Drs. Nurhadji Nugraha, S.Pd., MM. (Wakil Rektor 3). Programnya lebih mengarah pada peningkatan kualitas, kuantitas, dan kapasistas dari 5 K dengan mengacu pada 3C (concern, comitment, continous) dan dilakukan dengan iklas, tawakal, dan sabar. Program-program tersebut diantaranya:
    1. Menyempurnakan SIA, keuangan, ketenagaan dan perpustakaan.
    2. Meningkatkan gaji pokok dan tunjangan dosen dan mahasiswa.
    3. Meningkatkan studi lanjut S3.
    4. Meningkatkan kenaikan jabatan fungsional/ akademik.
    5. Meningkatkan kegiatan ilmiah dan pengabdian pada masyarakat.
    6. Membuka prodi baru (S1 dan S2)
    7. Menyiapkan PPG untuk seluruh prodi.
    8. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dan pembelajaran.
    9. Menciptakan atmosfir akademik yang lebih kondusif, dll.
    Berkat prestasi-prestasi yang diraihnya dan fasilitas yang memadai, biaya terjangkau, kualitas terjaga, tempat yang strategis, serta sistem penjaminan mutu yang berkulitas IKIP PGRI MADIUN menjadi perguruan ternama di tingkat nasional, menjadi perguruan tinggi pilihan, dan siap bersaing.

    Untitled Document

    VISI, MISI dan TUJUAN

    Visi :
    menjadi pusat pengembangan pendidikan yang unggul dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kompetitif, dan bermartabat.

    Misi :
    (1)     Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berorientasi pada kemandirian mahasiswa dalam mengembangkan potensinya.
    (2)     Menyelenggarakan penelitian untuk meningkatkan penguasaan dasar-dasar penelitian dan keterampilan di bidang pendidikan
    (3)     Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    (4)     Mengembangkan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
    (5)     Melakukan penataan manajemen yang berorientasi pada tata kelola yang  sehat dan dinamis.
    (6)     Menjalin kerja sama dengan pihak lain yang saling menguntungkan.

    Tujuan :
    (1)     Menghasilkan lulusan yang cerdas dan bermartabat serta memiliki kompetensi  pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
    (2)     Menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan ipteks.
    (3)     Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat yang bermutu dalam rangka memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.
    (4)     Menghasilkan situasi dan kondisi kerja yang terencana, terorganisir, produktif, efektif, efesien, dan terpercaya untuk menjamin keberlanjutan institut.
    (5)     Menghasilkan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel.
    (6)     Menghasilkan kerjasama dengan pihak lain yang produktif dan saling menguntungkan.

     

           

    Untitled Document

    KOMPETENSI LULUSAN

    (1) Kompetensi Utama lulusan IKIP PGRI MADIUN adalah:
      a) Memiliki dasar-dasar keilmuan dan/atau profesi yang mantap sebagai bahan pembelajaran.
      b) Memiliki kemampuan untuk memahami peserta didik dan prinsip-prinsip dasar kependidikan.
      c) Memiliki penguasaan teori dan keterampilan didaktik.
      d) Memiliki kemampuan memperagakan kerja keguruan.
      e) Memiliki sikap, nilai, dan kecenderungan kepribadian yang menunjang pelaksanaan tugas-tugas lain dalam rangka pelaksanaan profesi keguruan.
    (2) Kompetensi Pendukung lulusan IKIP PGRI MADIUN adalah:
      a) Memiliki kemampuan meneliti masalah-masalah pendidikan.
      b) Memiliki kemampuan dalam mengatasi dan mengkomunikasikan secara lisan dan tertulis masalah-masalah kekinian dengan perspektif pendidikan.
    (3) Kompetensi Lain lulusan IKIP PGRI MADIUN adalah memiliki kemandirian dan memiliki budaya kewirausahaan.

    Untitled Document

    TUGAS dan FUNGSI

    Tugas dan fungsi IKIP PGRI adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu :

    • Pendidikan dan pengajaran
    • Penelitian
    • Pengabdian pada masyarakat
    • Pengembangan diri dan tujuan-tujuan positif

    Untitled Document

    SUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI IKIP PGRI MADIUN

    Struktur organisasi IKIP PGRI Madiun didasarkan pada kebijakan pemerintah sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang pendidikan tinggi. Adapun strukturnya sebagai berikut

    1. Dewan Penyantun

    Dewan penyantun merupakan forum yang terdiri atas tokoh-tokoh masyarakat yang menaruh perhatian pada bidang pendidikan dan pembangunan dan diadakan untuk ikut mengasuh dan membantu penyelenggaraan aktivitas IKIP PGRI Madiun.

    Ketentuan pengangkatan dewan penyantun sebagai berikut :

    • Diangkat oleh Rektor IKIP PGRI Madiun.
    • Dipilih oleh dan diantara para anggota dewan penyantun.

    2. Senat IKIP PGRI Madiun

    Senat IKIP PGRI Madiun merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi IKIP PGRI Madiun dengan tugas pokok :

    • Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan IKIP PGRI Madiun
    • Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika.
    • Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan tinggi.
    • Memberikan persetujuan atas Rencana Anggran Pendapatan dan Belanja IKIP PGRI Madiun yang diajukan oleh Rektor.
    • Menilai pertanggungjawaban Rektor atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.
    • Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan pada IKIP PGRI Madiun.
    • Memberikan pertimbangan kepada Perkumpulan berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor dan dosen yang memangku jabatan akademik.
    • Menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas akademika
    • Mengukuhkan pemberian gelar doktor kehormatan IKIP PGRI Madiun yang memenuhi persyaratan

    3. Unsur Pimpinan

    • Pimpinan IKIP PGRI Madiun adalah sebagai penanggung jawab utama pada semua kegiatan yang ada baik administrasi maupun akademik.
    • Pimpinan IKIP PGRI Madiun bertugas melakukan arahan dan kebijaksanaan umum, menetapkan norma dan tolok ukur penyelenggaraan atas dasart Keputusan Senat IKIP PGRI Madiun serta statuta yang berlaku.
    • Unsur Pimpinan terdiri dari :
    • Rektor , Wakil Rektor I, Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III

    4. Unsur Pelaksana Akademik

    Unsur pelaksana akademik merupakan unsur pelaksana sebagian tugas pokok dan fungsi IKIP PGRI Madiun dalam tridharma perguruan tinggi yang berada di bawah Rektor. Unsur pelaksana akademik tersebut :

    a. Fakultas terdiri dari :

    • Dekan
    • Pembantu Dekan
    • Ketua Program Studi
    • Sekretaris Program Studi
    • Ketua Laboratorium/Studio

    b. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

    5. Unsur Pelaksana Administrasi

    Penyelenggaraan administrasi dilaksanakan oleh kepala bagian yaitu unsur pelaksana administrasi yang diangkat dan bertanggungjawab kepada Rektor dalam penyelenggaraan teknis dan administrasi yang meliputi :

    • Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)
    • Bagian Administrasi Umum.
    • Bagian Keuangan
    • Bagian Kepegawaian.

    6. Unsur Penunjang Akademik

    • UPT Perpustakaan
    • UPT Praktik Kependidikan ( UPT PK )
    • UPT Komputer
    • UPT Laboratorium
    • UPT Koperasi
    • UPT Media Kampus

    Untitled Document

    Pimpinan Yayasan PPLP PT. PGRI MADIUN

    Ketua : Drs. H. Imam Sujudi
    Wakil Ketua : Drs. H. Saiman, MM .
    Sekretaris : Drs. Soesilo Soedharman, MM.
    Bendahara : Drs. Soenarjo, MM.
    Anggota : Yatiman, M.Pd.

    Untitled Document

    DAFTAR NAMA KETUA PROGRAM STUDI DAN SEKRETARIS PROGRAM STUDI
    IKIP PGRI MADIUN
    MASA BAKTI TAHUN 2011 – 2015

    No

    Jabatan Struktural

    Nama Pejabat

    01

    Rektor IKIP PGRI MADIUN

    Dr. H. Parji, M.Pd

    02

    Wakil Rektor I

    Drs. Muhammad Hanif, MM, M.Pd

    03

    Wakil Rektor II

    Drs. R. Bekti Kiswardianto, M.Pd

    04

    Wakil Rektor III

    Drs. Nurhadji Nugraha, S.Pd, MM.

    05

    Ketua Program Studi Bimbingan Konseling

    Dahlia Novarianing Asri, S.Psi, M.Si.

    06

    Ketua Program Studi Pend. Guru Sekolah Dasar

    Drs. Ibadullah Malawi, M.Pd.

    07

    Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah

    Debi Setiawati, S.Pd., M.Pd.

    08

    Ketua Program Studi Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan

    Indriyana Dwi Mustikarani., S.H., M.H.

    09

    Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi

    Elva Nuraina, S.E,. M.Si.

    10

    Ketua Program Studi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia

    Drs. Agus Budi Santoso, M.Pd.

    11

    Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Ingris

    Nuri Ati Ningsih, S.Pd., M.Pd.

    12

    Ketua Program Studi Pendidikan Matematika

    Drs. Sanusi, M.Pd.

    13

    Ketua Program Studi Pendidikan Fisika

    Tantri Mayasari, S.Pd. M.Pd.

    14

    Ketua Program Studi Pendidikan Biologi

    Sri Utami, S.Pd, M.Pd.

    15

    Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Elektro

    Agus Hari Wibowo, S.T.

    16

    Sekretaris Program Studi Bimbingan Konseling

    Tyas Martika Anggriana., S.Psi., M.Pd.

    17

    Sekretaris Program Studi Pend. Guru Sekolah Dasar

    Dewi Tryanasari,S.Pd.M.Pd.

    18

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Sejarah

    Yudi Hartono, M.Pd.

    19

    Sekretaris Program Studi Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan

    Siska Diana Sari, S.H., M.H.

    20

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Ekonomi Koperasi

    Dra. Sudarmiani, M.Pd.

    21

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Akuntansi

    Anggita Langgeng, S.E., Ak.

    22

    Sekretaris Program Studi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia

    Panji Kuncoro H adi , S.S., M.Pd.

    23

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Ingris

    Arri Kurniawan, S.S., M.Pd.

    24

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika

    Ika Krisdiana, S.Si., M.Pd.

    25

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Fisika

    Jeffry Handika, S.Si, M.Pd.

    26

    Sekretaris Program Studi Pendidikan Biologi

    Joko Widiyanto, S.Pd, M.Pd.

    DAFTAR NAMA PEJABAT UNSUR PELAKSANA ADMINISTRASI DAN UNSUR PENUNJANG
    IKIP PGRI MADIUN
    MASA BAKTI 2011 -2015

    No

    Jabatan Struktural

    Nama Pejabat

    1

    Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu

    Drs. Sardulo Gembong, M.Pd.

    2

    Kepala Monitoring dan Evaluasi Internal

    Drs. Priyo Sularso, M.H.

    3

    Kepala Bagian Personalia

    Drs. H.Ibnu Mahmudi, MM.

    4

    Kepala Bagian Keuangan

    Drs. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd.

    5

    Kepala LPPM

    Dr. H.Satrijo Budi Wibowo, MM.

    6

    Kepala Bagian Administrasi Umum

    Drs. Imam Juariyanto, S.Kom.

    7

    Kepala BAAK

    Teguh Dwi Priyanto, S.Kom

    8

    Kepala Perpustakaan

    Nurjanah, S.Pd.

    9

    Kepala Unit Praktek Kependidikan

    Drs. Teguh Suharto, M.Pd.

    10

    Ketua Jurnal Pendidikan

    Drs. Soebijantoro, MM, M.Pd.

    11

    Kepala UPT Komputer

    Prabakti Endramawan, S.Pd.

    12

    Kepala Unit Pendidikan Dan Pengembangan Kewirausahaan

    Drs. Isharijadi, M.Pd.

    13

    Kepala Laboratorium Pengembangan Bahasa

    Lulus Irawati, S.S., M.Pd.

    14

    Wakil Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu

    Dra. CA. Sabekti, M.M.

    15

    Wakil Kepala Monitoring dan Evaluasi Internal

    Dra. Oerip Pudjiati, M.M.

    16

    Wakil Kepala Bagian Personalia

    Ninik Srijani, S.Pd.

    17

    Wakil Kepala Bagian Keuangan

    Marheny Lukitasari, S.P. S.Pd., M.Pd.

    18

    Wakil Kepala Bagian Administrasi Umum

    Irawati, S.Pd.

    19

    Wakil Kepala BAAK

    Choirul Wachid

    20

    Wakil Kepala Perpustakaan

    Anton

    21

    Wakil Kepala UPT Komputer

    Nanang Junaidi, S.Kom.

    22

    Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu

    Erawan Kurniadi, S.Si, M.Pd.

    23

    Sekretaris Monitoring dan Evaluasi Internal

    Erlik Widiyaningtyati, S.Pd.,M.Pd.

    24

    Sekretaris LPPM

    Fida Chasanatun, S.Pd., M.Pd.

    25

    Sekretaris Unit Praktek Kependidikan

    Ellis Mursina Mursidik, S.Pd., M.Pd.

    26

    Sekretaris Unit Pendidikan Dan Pengembangan Kewirausahaan

    Nasrul Rofiah Hidajati,ST,M.Pd.

    27

    Sekretaris Lab. Pengembangan Bahasa

    Aris Wuryantoro, S.S., M.Hum.,

    28

    Asisten Wakil Rektor I

    Drs. Dwi Setiyadi, MM.

    29

    Asisten Wakil Rektor III

    Dra, Sudarmiani, M.Pd.

    Untitled Document

    FASILITAS KAMPUS

    1. Ruang kuliah yang nyaman ntuk belajar (Kampus A, B, dan C).
    2. Perpustakaan dengan koleksi referensi dan literatur mutakhir dan lengkap.
    3. Sistem Teknologi Informasi terbaru dan representatif.
    4. Laboratorium lengkap dan representatif.
    5. Sarana Olah Raga.
    6. Sarana Musik/kesenian
    7. Jurnal Ilmiah
    8. Beasiswa dari Pemerintah, Swasta dan PPLP PT. PGRI
    9. Area Hotspot
    10. Sistem Akademik On-Line
    11. Auditorium (Graha Cendekia)
    12. Saran Pendidikan dan pengembangan usaha



    Untitled Document
    PMB
    sia
    sim
    beasiswa
    perpus
    alumni
    lowker
     
    Copyright © 2010 IKIP PGRI MADIUN All Rights Reserved. :: Powered by MEFACOLE